Salah satu pertanyaan paling sering muncul sebelum membeli mobil listrik adalah: berapa biaya mengisi dayanya, dan di mana sebaiknya mengisi? Bagi Anda yang tinggal di Kendari dan sedang mempertimbangkan BYD, memahami perbandingan biaya charge di rumah versus di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) akan membantu menghitung biaya operasional harian dengan lebih akurat.
Artikel ini membahas simulasi biaya pengisian daya menggunakan model BYD, lengkap dengan tips agar pengeluaran listrik tetap hemat.
Tarif Listrik Rumah vs SPKLU
Perbedaan utama antara mengisi daya di rumah dan di SPKLU terletak pada tarif per kWh (kilowatt-hour).
Tarif listrik rumah tangga PLN umumnya berada di kisaran Rp1.445 hingga Rp1.700 per kWh, tergantung golongan daya. Sementara itu, tarif di SPKLU milik PLN ditetapkan sekitar Rp2.466 per kWh mengacu pada ketentuan Kementerian ESDM. Untuk layanan pengisian cepat, ada biaya tambahan: fast charging maksimal Rp25.000 per sesi, dan ultra fast charging maksimal Rp57.000 per sesi.
Dari selisih tarif ini saja sudah terlihat bahwa mengisi daya di rumah jauh lebih ekonomis untuk pemakaian sehari-hari.
Simulasi Biaya Charge BYD Atto 1
Mari kita hitung dengan contoh nyata. BYD Atto 1 varian Premium memiliki baterai 38,88 kWh. Anggap Anda mengisi dari kondisi 20% hingga penuh (sekitar 31 kWh energi yang dibutuhkan).
Jika mengisi di rumah dengan tarif Rp1.500 per kWh, biayanya sekitar 31 x Rp1.500 = Rp46.500. Dengan pengisian ini, Atto 1 bisa menempuh ratusan kilometer untuk kebutuhan harian di dalam kota.
Jika mengisi di SPKLU dengan tarif Rp2.466 per kWh, biayanya sekitar 31 x Rp2.466 = Rp76.446, belum termasuk biaya layanan fast charging. Selisihnya cukup terasa untuk sekali pengisian, apalagi jika dikalikan beberapa kali dalam sebulan.
Simulasi Biaya Charge BYD M6
Untuk mobil dengan baterai lebih besar seperti BYD M6 (71,8 kWh varian Superior), selisihnya makin terasa. Mengisi penuh dari kosong di rumah dengan tarif Rp1.500 per kWh menghasilkan biaya sekitar Rp107.700. Di SPKLU dengan tarif Rp2.466 per kWh, biayanya melonjak menjadi sekitar Rp177.000.
Meski begitu, angka ini tetap jauh lebih murah dibanding mengisi bensin untuk MPV berukuran serupa yang bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk jarak tempuh yang sama.
Kapan Sebaiknya Pakai SPKLU?
Meskipun lebih mahal, SPKLU punya keunggulan yang tidak bisa digantikan: kecepatan. Pengisian cepat DC di SPKLU hanya butuh sekitar 30-60 menit untuk mengisi baterai hingga 80%, sementara pengisian di rumah dengan charger standar butuh beberapa jam.
Karena itu, SPKLU ideal digunakan saat perjalanan jauh keluar kota, misalnya dari Kendari ke daerah lain di Sulawesi Tenggara, ketika Anda butuh mengisi daya dengan cepat di tengah perjalanan. Untuk pemakaian harian di dalam kota, mengisi di rumah tetap menjadi pilihan paling hemat.
Tips Hemat Mengisi Daya di Rumah
Ada beberapa cara agar biaya pengisian di rumah semakin ringan. Manfaatkan pengisian pada malam hari, karena PLN menyediakan tarif khusus periode malam (sekitar pukul 22.00-05.00) yang lebih murah. Anda juga bisa mempertimbangkan pemasangan wall charger (home charging) untuk pengisian yang lebih cepat dan aman dibanding stop kontak biasa.
Perlu diketahui bahwa pemasangan home charging memang butuh investasi awal, namun penghematan biaya operasional dalam jangka panjang akan menutupi biaya tersebut, apalagi jika Anda sering menggunakan mobil setiap hari.
Kesimpulan
Untuk warga Kendari, mengisi daya mobil listrik BYD di rumah adalah pilihan paling hemat untuk kebutuhan harian, sementara SPKLU menjadi solusi praktis saat perjalanan jauh. Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding mobil bensin, memiliki mobil listrik BYD adalah keputusan cerdas secara finansial.
Ingin tahu lebih lanjut tentang model BYD yang cocok dengan kebutuhan dan gaya berkendara Anda? Kunjungi BYD HAKA Kendari untuk konsultasi gratis, test drive, dan informasi lengkap seputar pengisian daya. Hubungi tim sales kami via WhatsApp sekarang.